Amalan-Amalan di Bulan Ramadhan
2:183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
Bulan puasa adalah sarana bagi kita untuk mencapai ketakwaan. Fungsi utama puasa adalah membersikan
jiwa kita dari segala akhlaq tercela.Para ulama mendifinisikan takwa dengan meninggalkan segala yang
dilarang dan menjalankan kewajiban yang diperintahkan. Sebenarnya Puasa pada bulan ramadhan hanya
salah satu ibadah yang harus kita laksanakan. Walaupun kewajiban utama pada bulan ini adalah berpuasa
akan tetapi ada juga ibdah-ibdah yang lain meskipun sunnah tapi sangat menunjang kesempurnaan ibdah
puasa kita.
Sebelum kita membahas ibdah-ibdah selain yang seharunya kita laksanakan ada baiknya kita mengetahui
hal-hal- yang harus kita hindari pada saat bulan Ramadan
1.Melakukan kegiatan yang tidak berguna
Kegiatan ini termasuk banyak bicara, banyak menonton tv , meononton tv adalah mubah sepanjang tidak
menonton hal-hal yan dilarang, Akan tetapi puasa saja menghalangi kita dari makan minum apalagi
menonton yang tidak perlu, bila kita lihat acara tv kadang-kadang tidak sesuai dengan semangat Ramadan.
Contohnya banyaknya lawak pada saaat menjelang sahur, sehingga kita terlewat menjalankan sholat
malam. Kalau kita berani kita membulatkan tekad tidak menonton tv, keculai acara yang mendukung
kegiatan ramadahn contohnya, ceramah agama, siaran lansung terawih dari masjidil haram dll
2.Banyak tidur
Orang-orang yang banyak tidur beralasan bahwa tidurnya orang puasa adalah ibdah, menurut para ahli
ahdits hadits ini palsu , sehingga tidak bisa kita amalkan . keculai kita tidur dengan niat agar kita kuat
menghidupkan malam pada bulan Ramadhan
3.Banyak makan
Banyak makan setelah berbuka akan menghalangi kita dari sholat terawih dan juga akan membuat kita
mengantuk
Kegiatan tersebut harus kita hindari dengan sekuat tenaga agar kita mudah menjalani ibadah-ibdah pada
bulan ramadhan.Selanjutnya kita kan membahas ibdah-ibdah selain puasa pada bulan ramdhan
diantaranya
1. Mengkhatamkan Al-Qur’an
Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Pada bulan inilah Al-Qur’an pertama
kali turun dari lauhul mahfuz ke langit dunia sekaliagus. Allah berfirman:
Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran
sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk
itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)(al baqarah: 185)
Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling
dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat
Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu
Nabi membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan
Nabi melebihi angin yang berhembus.”
Dalam Mengkhatam Alquran kita juga harus memperhatikan kaidah –kaidah
dalam ilmu tajwid, jangan sampai kita membaca alquran cepat-cepat tanpa
memperhatikan tajwid. Sebainya membaca alquran pada waktu setelah
qiyamul lail, setelah sholat terawih sampai menejlang tidur, biasanya pada
siang hari karena kita berpuasa kita akan cepat keluh karena kita minum,
akan tetapi bila Allah memberi kita karunia kita dapat membaca al quran
tanpa kendala pada siang hari. Dan yang terpenting kita dapat mentadaburi
isi Al Quran sehingga menambah keimanan kita.
. Shalat tarawih
Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang menghidupkan malam bulan
Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah akan diampuni
dosa-dosanya yang telah lalu.”
Sholat tarawih hanya ada pada bulan Ramadhansehingga sayang sekali
aktifitasi ini kita tinggalkan, karena hal-hal sepele seperti menonton tv, bicara
tidak karuan dan aktifitas lain yang tidak ada hubungannya dengan bulan
Ramadhon, kecuali ada halangan yang dapat dipertanggung jawabkan
contohnya bekerja, ataupun sakit. Iabdah ini bisa kita laksanakan secara
sendiri bila kita ketinggalan berjamaah. Dan yang peerlu diperhatikan adalah
aspek Thumaninah maksudnya jangan kita melaksanakan Terawaih dengan
cepat-cepat karena nabi sangat melarang orang-orang sholat terburu-buru.
Mengenai jumlah rakaat para ulama berbeda pendapat mengenai jumlahnya.
. Memperbanyak doa
Slah satu waktu yang mustajab dalam berdoa adalah pada saat orang
tersebut Shiam atau puasa, sehingga kita seringlah berdoa, yang terpenting
kita berdoa adalah masalah Akhirat contoh berdoa kepad Allah agar kita
dijaga dari perbuatan maksiat, diberi anugrah agar dapat merasakan
nikmatnya ibdah, diampuni dosa kita dan selalalu mendapat petujuk dan
terakhir agar kita sukses menjalankan ibadah puasa.
. Memberi buka puasa (tafthir shaim)
Hendaknya berusaha untuk selalu memberikan ifthar (berbuka) bagi mereka
yang berpuasa walaupun hanya seteguk air ataupun sebutir korma
sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi:” Barang siapa yang memberi
ifthar (untuk berbuka) orang-orang yang berpuasa maka baginya pahala
seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”. (Bukhari Muslim)
Hadits ini harus kita amalakan , mumpung bulan ramadhan belum tiba sebaik
menyiapkan anggaran agar dapat memberi buka pada orang yang berpuasa.
Karena semakin banyak orang yang berbuka karena makanan yang kita
berikan akan semakin banyak pula pahala yang kita dapat, berdoa kepada
Allah Agar kita dapat mengamalkan hadits ini
5. Bersedekah
Rasulullah Saw. bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan
Ramadhan” (HR. Tirmizi).
Ibnu Abbas RA berkata; “Nabi (Muhammad SAW) adalah orang yang paling
dermawan diantara manusia. Kedermawanannya meningkat saat malaikat
Jibril menemuinya setiap malam hingga berakhirnya bulan Ramadhan, lalu
Nabi membacakan al-Quran dihadapan Jibril. Pada saat itu kedermawanan
Nabi melebihi angin yang berhembus.”
Dan pada akhir bulan Ramadhan Allah mewajibkan kepada setiap muslim
untuk mengeluarkan zakat fitrah sebagai penyempurna puasa yang
dilakukannya.
6. I’tikaf
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah. I’tikaf
disunahkan bagi laki-laki dan perempuan; karena Rasulullah Saw. selalu
beri’tikaf terutama pada sepuluh malam terakhir dan para istrinya juga ikut
I’tikaf bersamanya. Dan hendaknya orang yang melaksanakan I’tikaf
memperbanyak zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, berdoa, shalat sunnah dan
lain-lain.
7. Umroh
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melaksanakan umrah, karena umroh
pada bulan Ramadhan memiliki pahala seperti pahala haji bahkan pahala haji
bersama Rasulullah Saw. Beliau bersabda: “Umroh pada bulan Ramadhan
seperti haji bersamaku.”
8. Memperbanyak berbuat kebaikan
Bulan Ramadhan adalah peluang emas bagi setiap muslim untuk menambah
‘rekening’ pahalanya di sisi Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu
Khuzaimah dan Baihaki dikatakan bahwa amalan sunnah pada bulan
Ramadhan bernilai seperti amalan wajib dan amalan wajib senilai 70 amalan
wajib di luar Ramadhan. Raihlah setiap peluang untuk berbuat kebaikan
sekecil apapun meskipun hanya ‘sekedar’ tersenyum di depan orang lain.
Ciptakanlah kreasi dan inovasi dalam berbuat kebaikan agar saldo kebaikan
kita terus bertambah.
“dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.”
Semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memanfaatkan momentum
Ramadhan untuk merealisasikan ketakwaan diri kita dan bisa meraih predikat
“bebas dari neraka.” Amin
Al-Faqir Abdul Hadi
Kabarmuslim.com Portal Berita Umat Muslim
- Kabarmuslim.com Portal Berita Umat Muslim
- kabarmuslim.comamalan bulan ramadhan
- kabarmuslim.comamalan di bulan ramadhan
- kabarmuslim.comamalan bulan puasa
- kabarmuslim.comamalan-amalan bulan ramadhan
- kabarmuslim.comKegiatan umat muslim pada saat bulan ramadhan
- kabarmuslim.comamalan yg wajib di bln romadhon
- kabarmuslim.comhal yang dilarang saat puasa
- kabarmuslim.comhal-hal yang harus di hindari dalam bulan puasa
- kabarmuslim.comhal-hal yang dilarang pada bulan ramadhan
- kabarmuslim.comnabi sahur hanya dengan sebutir kurma



