Pilihan ini akan mengatur ulang halaman depan untuk situs ini. Mengembalikan setiap widget atau kategori yang tertutup .

Reset

MAU MENDIRIKAN KHILAFAH

khilafahMau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang
Selasa, - 21:28:19 - 2169
Salah satu yang membuat kita berdecak kagum kepada sejarah umat Islam dalam masa-masa khilafah Islamiyah adalah persembahan yang diberikan tiap khilafah itu kepada umat manusia. Salah satu persembahan yang utama adalah jaminan pendidikan dan kesehatan buat semua orang, bukan hanya umat Islam, tetapi semua pemeluk agama.

Perguruan Tinggi di dunia Islam sejak dulu tidak pernah memungut bayaran dari para mahasiswanya. Sebaliknya, semua mahasiswa malah mendapatkan gaji dan tunjangan dari kampusnya. Baik kampus itu milik negara atau pun milik swasta.

Maka tidak heran kalau dunia pendidikan saat itu sangat maju dan berkualitas. Sebab semua orang yang ingin belajar, mendapatkan bantuan dari semua pihak. Bukan saja dari negara, tapi dari semua elemen masyarakat.

Dan gratisnya pendidikan adalah ciri sebuah khilafah Islamiyah. Kalau hari ini ada keinginan untuk mengembalikan lagi khilafah, rasanya sangat tepat kalau ciri-ciri itu kita mulai lebih dahulu. Agar orang tahu, bahwa mendirikan khilafah itu memang ada manfaatnya yang langsung bisa dirasakan, bukan saja oleh umat Islam, tetapi juga orang pemeluk agama lain.

Sayangnya, nyaris semua kampanye untuk kembali kepada khilafah saat ini, berhenti hanya sebagai slogan kosong tanpa makna. Kalau cuma bicara doang, semua orang juga bisa. Tapi yang dibutuhkan adalah bukti nyata, amal, kerja, prestasi, hasil, manfaat yang real. Bukan hanya janji-janji kosong bak calon anggota legislatif. kalau nanti saya terpilih, saya akan begini dan begitu. Kalau nanti khilafah sudah bediri, nanti kita akan begini dan begitu. Kalau ada khilafah nanti kita akan makmur.

Itu terbalik. Ciptakan dulu kemakmuran, setidaknya di kalangan yang terbatas, sehingga semua orang tahu dan melihat langsung buktinya. Baru nanti semua orang akan melirik dan melihat langsung. Kemudian orang akan mengambil kesimpulan. Ooo, mereka itu makmur karena mereka menerapkan syariat Islam, yang kalau semakin besar, akan menjadi khilafah.

Saudara-saudara saya yang sangat getol mengkampanyekan tegaknya khilafah itu rupanya bingung harus mulai dari mana perjuangan mereka itu. Persis orang yang bingung, mana duluan, telur atau ayam.

Padahal contoh dari Nabi SAW itu jelas sekali. Tidaklah Madinah itu didirikan, kecuali kalau sudah ada muhajirin dan anshar. Artinya, tidak mungkin khilafah Islam itu berdiri, kalau tidak ada umatnya.

Loh, 1,5 milyar ini apa bukan umat?

Benar, mereka itu umat. Tapi umat yang tidak berhak memiliki khilafah. Karena mereka umumnya tidak kenal agama Islam yang dipeluknya sejak lahir. Yang mereka kenal sekedar ritual-ritual tanpa makna. Karena faktor keturunan saja mereka sekarang secara formal beragama Islam.

Benar, mereka itu umat. Tapi mereka tidak bersatu seperti 15 juta orang yahudi di seluruh dunia. Mereka lebih suka hidup berkelompok-kelompok sambil asyik saling mengejek dan menjelekkan satu sama lain, sembari membanggakan kelompok mereka sendiri. Setiap partai membanggakan apa yang mereka punya. Setiap jamaah merasa paling unggul dengan prestasinya. Setidak ormas merasa paling berjasa dengan karyanya. Setiap gerakan merasa paling populer dengan nama besarnya. Setiap murid merasa paling benar dengan fatwa ustadznya.

Benar, mereka umat. tapi mereka juga belum lagi menerapkan syariah dalam pribadi dan keluarga mereka. Bahkan mereka pun belum lagi mengerti detail-detail syariah. Karena mereka tidak pernah belajar ilmu syariah secara serius. Latar belakang pendidikan mereka tidak lain adalah ilmu-ilmu milik orang kafir yang sekuler. Ilmu-ilmu keislaman yang mereka punya sangat terbatas, dangkal, dan sebisa-bisanya saja. Tidak mengambil dari sumber ilmu itu sendiri secara matang dan serius.

Benar, mereka umat. Tapi apa yang mereka makan, tidak tahu halal haramnya. Apa yang mereka minum, juga tidak tahu halal haramnya. Apa yang mereka pakai, juga tidak tahu halal haramnya. Apa yang mereka dapatkan dari rejeki, juga tidak pasti halal haramnya.

Benar, mereka umat. Tapi mereka tidak tahu siapa yang jadi mahram dan siapa yang bukan. Mereka tidak tahu cara bagi waris yang diajarkan Rasulullah SAW. Mereka tidak tahu bahwa mengucapkan talak kepada istri walau cuma main-main ternyata jatuh juga. Mereka tidak tahu kalau wanita yang ditalak suaminya itu ada masa iddahnya dan tidak boleh keluar dari rumah suaminya.

Benar, mereka umat. Tapi mereka tidak tahu bahwa macet di jalanan kota Jakarta itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menjama` shalat. Dan bahwa menjama` shalat itu tidak boleh dilakukan setelah sampai di rumah, karena sudah bukan musafir lagi.

Dalam keadaan yang sangat awam dan parah dalam keawaman itu, rasanya masih mimpi kalau kita bicara tentang tegaknya khilafah islam. Sebab keawaman-keawaman seperti itu tidak pernah terjadi di masa tegaknya khilafah Islam selama 14 abad ini. Dan tidaklah khilafah Turki Utsmani runtuh di tahun 1924 yang lalu, kecuali karena umat ini semakin awam dan terlalu awam dengan syariah Islam.

Maka kalau kita bercita-cita ingin mengembalikan lagi khilafah Islamiyah seperti itu, langkah pertama yang harus ditempuh adalah kita wajib menghidupkan kembali ilmu-ilmu keislaman, sehingga seluruh lapisan umat yang 1,5 milyar ini MELEK syariah. Bukan cuma melek, tapi sampai paham, mengerti, nyambung, tahu, ngeh, dan ngelotok. Kemudian mereka menerapkan syariah itu, minimal mulai dari diri sendiri, kemudian di dalam lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan tetangga. Dan seterusnya sampai masyarakat, negera dan dunia.

Jangan sampai orang yang teriak-teriak mengajak untuk mendirikan khilafah malah tidak mengerti detail syariah Islam. Atau tidak bisa berbahasa Arab, sehingga tidak mampu merujuk kepada turats (warisan) ilmu-ilmu keislaman yang asli. Jangan sampai dia malah orang yang masih belajar mengeja huruf Al-Quran, atau baca Quran tidak fasih yang hanya bikin kuping jadi kesemutan.

Katanya mau mendirikan khilafah, lha wong baca Quran aja termehek-mehek gitu kok?

Kenapa begitu?

Karena bicara khilafah artinya bicara berjuta bahkan bermilyar pekerjaan besar. Dan semua itu harus sudah dimulai sejak sekarang, bukan menunggu kalau khilafah sudah berdiri, baru mau kerja.

Salah satu pekerjaan rumah itu ya belajar dulu deh baca quran yang fasih, tanpa salah, dan enak didengar. Kalau itu saja masih belum dikerjakan, terus mimpi bikin khilafah, waduh . . .

Pekerjaan lainnya ?

Ya, itu tadi. Gimana caranya kita bisa punya kampus dan rumah sakit yang gratis. Sebab di masa khilafah dulu, semua kampus dan rumah sakit memang gratis, baik yang negeri atau yang swasta. Dan untuk punya kampus atau rumah sakit yang gratis, tentu tidak harus menunggu khilafah berdiri dulu. Sebaliknya, justru keberadaan kampus dan rumah sakit gratis itulah yang akan membuat orang-orang tertarik ikut mendirikan khilafah. Karena memang ada manfaat yang nyata dan langsung bisa dirasakan umat.

Bukan sekedar kampanye dan omong kosong.

Wasalam

Oleh ust sarwat

Kabarmuslim.com Portal Berita Umat Muslim

    Kabarmuslim.com Portal Berita Umat Muslim
  • kabarmuslim.comkabar khilafah
  • kabarmuslim.comalasan didirikannya persatuan umat islam
  • kabarmuslim.comhti dan hdi
  • kabarmuslim.comkabar pendirian khilafah
  • kabarmuslim.comkabar umat islam sekarang
  • kabarmuslim.comKALAU KELUAR RUMAH FAHAM-FAHAM JATUH KA TALAK
  • kabarmuslim.comkhalifah sekarang
  • kabarmuslim.comkhilafah artinya
  • kabarmuslim.comkhilafah hdi
  • kabarmuslim.comkhilafah persatuan umat islam

4 Komentar

  1. Randu mengatakan:

    Assalamualaikum,,,,

    Saya sebagai muslim sangat setuju sekali jika umat Muslim memiliki Khalifaf. Saya yakin dengan adanya khalifaf Umat islam akan bersatu dan tidak akan muncul penyelewengan-penyelewengan agama islam yang ahir-ahir ini sering muncul…
    Tapi butuh orang yang memiliki power untuk mendirikan dan menggagas terbentuknya Khalifah, karna pasti banyak golongan orang-orang non muslim yang takut jika muslim bersatu.
    Semoga Umat Muslim mendapatkan Khalifah yang Arif.
    Terima kasih…

    Wassalam,,,,

  2. Kabar muslim mengatakan:

    Trimakasih atas komentarnya, persatuan umat islam adalah wajib, bahkan nabi berpesan bila dalam perjalanan kita disuruh menganggkat pemimpin, apalagi umat islam sudah mencapai 1.5 milyar. tetapi kita harus sabar, jangan sampai yang memusuhi ide Kholifah dari saudara seiman, bagi yg tidak setuju anggap sajamereka orang-orang yang diperingati dengan penuh kesabaran wasalam

  3. Kusma mengatakan:

    Assalamu A’laikum. Kaget”Omong Kosong????”Sy belum bisa bener-bener fasih baca Quran,gmn?Meyakini benarnya Agama Islam aja baru kemarin sore,tp yakin bahwa sistem khilafah dan Hukum syariat Islamlah yg paling baik, bolehkah berteriak khilafah?
    Klo mau buat dulu RS Gratis dulu, Fasih ini itu dulu, menurut penilaian sy pasti akan lama lg brdirinya khilafah tuh, toh Negara dngn sistem kufur sj dah ada yng bisa bwt RS Gratis.trus para non muslim aja banyak yg sudah fasih bc Quran, Tp apa buktinya?malah membuat umat islam terpuruk dn semakin jauh dr Islam.
    Contoh lg: para pengaku Partai-partai Islam pragmatis, mdh2han harakah FUI, HTI atau HDI dn lainnya tdk!banyak yg fasih bc Qurannya bahkan cas cis cus Bahasa Arabnya juga bisa diacungin jempol, tp apa yg di buat oleh mereka?boro-boro teriak khilafah, eh malah buat dasar aturan sendiri dalam naungan Demokrasi.
    KLo gak salah ada hadist atau ayat Quran atau apa?mngkn tuan lebih tahu tentang ini, “sampaikanlah walau satu ayat”. 
    Sy bisa yakin dn insyaAllah ikut berjuang dlm suatu jamaah harakah dalam penegakkan kembali Khilafah, diajaknya bukan oleh orang yg fasih Bhs Arabnya aplg punya RS gratis tp oleh orang yg tmpat tinggalnyapun dikontrakan dgn kehidupannyapun yg sederhana. InsyaAllah dengan penyampaian yg baik,pemahaman, dn dgn  kecerdasan berfikir Sumber Daya Umat Islamlah kita bisa mengajak teman lain untuk trus yakin dn berjuang dlm menegakkan khilafah. Jika tertarik karena mndirikn kampus gratis, Rs Gratis dulu, justru menurut penilaian sy, itu Matre. Tp Klo Emang Materi dpt menarik umat Islam dpt tertarik masuk Islam, Yup Yup Yup. Harus berapa RS dn kampus yg dpt dibangun, mf bkn brarti jngn mndirikan Skolah gratis. Contoh kasus di kmpung sy juga ada sekolah murah bahkan untuk siswa tertentu bs gratis, eh cap apa yg diberikan masyarakat? “Sekolah Teroris”. Klo msh bingung telor dulu atau ayam dulu? ya kita belajar lg aj dulu kan ada tuntunannya yg dah dicontohkan Rosul dulu.teriaknya gak usah melempem krn blm mendirikan ini itu sbg daya tarik! Duh sy jd malu. mf ni Ust. itu hanya masukan kecil klo dpt dterima tu juga.  

  4. Kabar muslim mengatakan:

    Maaf jangan salah sangka, inti kita mempersiapkan perangkatnya saja. Percuma kalo syariat jalan tapi perangkatnya menolak syariah

Tinggalkan Komentar